|
Written by hamlennon
|
|
Monday, 25 December 2006 |
|
Page 1 of 2 FBI telah menyiarkan 10 arsip mengenai mendiang mantan pentolan The Beatles, John Lennon, yang rilisnya telah ditahannya selama hampir 30 tahun dengan alasan penyiaran arsip tersebut dapat membahayakan AS.
Arsip itu disiarkan di Internet, Rabu, pada www.lennonFBIfiles.com setelah pihak berwenang sepakat merilisnya menyusul kampanye hukum yang berjalan lama dari John Wiener, sejarawan dan akademisi California, dan beberapa kelompok HAM yang berlangsung mulai 1981.
Namun demikian, setelah menanti selama seperempat abad, pengungkapan isi dokumen sama sekali tak mengejutkan dan banyak yang sudah diketahui umum, demikian AFP melaporkan.
Di antara pengamatan dalam arsip Biro Penyelidik Federal (FBI) adalah bahwa Lennon, seorang aktivis perdamaian dan tokoh yang terkenal beraliran liberal, telah melakukan wawancara dengan sebuah koran bawah tanah pada 1971 dimana ia "telah menekankan latar berlakangnya yang proletarian" dan "simpatinya pada rakyat yang tertindas dan tak berpunya di Inggris dan dunia."
Arsip itu mencatat kenyataan bahwa Lennon dan istrinya, Yoko Ono, telah menandatangani petisi yang mendukung Kerajaan Kamboja bila negara Asia Tenggara itu dibom AS dalam Perang Vietnam.
|
|
Last Updated ( Saturday, 14 June 2008 )
|