|
Si kembar Fauzie dan Fauzan membicarakan The Beatles dan menyanyikan lagunya. Semuanya terjadi pada malam berkesan 10 April 2007 di Pisa Café Jalan Mahakam Kebayoran, pada acara ‘Talk About Nothing with Wimar’ yang disiarkan Trijaya 104.6 FM.
Empat penyanyi gondrong John, Paul, George dan Ringo ini sudah menjadi legenda dunia dan mendefinisikan musik rock and roll dari tahun 1960an sampai sekarang. Sudah jauh dari kota masa kecil mereka Liverpool , tapi setelah John Lennon mati tertembak di New York tahun 1980, kini namanya diabadikan sebagai nama bandara Liverpool, John Lennon Airport.
Di Indonesia, the Beatles hadir bersama Koes Plus dan sama-sama dimusuhi pemerintah. Bung Karno menggunakan nama the Beatles sebagai simbol imperialis dan subversi budaya. Kalau Koes Plus pernah masuk penjara karen musiknya dianggap “ngak ngik ngok,” penggemar pakaian the Beatles bisa kena razzia rambut gondrong dan celana ketat.
Bagi penyanyi kembar Fauzie dan Fauzan, The Beatles melambangkan revolusi musik yang sampai sekarangpun tiada matinya dan merupakan inspirasi. Mereka sangat menggemari The Beatles mulai dari lagunya sampai pada dandanannya, potongan rambutnya dan karismanya.
Untung sekarang kita bebas (kecuali ancaman UU APP yang tidak bisa diremehkan). Dulu, polisi di jalan bawa botol kecap gede. Kalau tidak masuk ke celana, celananya digunting. Pulang pakai celana dalam. Kalau lagi pesta pakai musik the Beatles, lagi dansa-dansa bisa datang polisi. Terpaksa ngumpet atau pura-pura main gapleh.
Ada juga Everly Brothers yang penyanyi duet, sedangkan The Beatles group band. Menurut Fauzie-Fauzan dalam hal tingkat kesulitan dan harmonisasi vokal, Everly Brothers lebih sulit. Tapi kalau The Beatles sulit di musik dan liriknya.
Musik bikin kharisma, kharisma bikin terkenal. The Beatles mulai tahun 1959 dan mulai terkenal 1963. Kemdian mereka menciptakan beberapa generasi musik, dari periode lagu sederhana bersemangat seperti A Hard Day’s Night, I Wanna Hold Your Hand, Love Me do, sampai lagu yang lebih bertanya-tanya bahkan ada yang masuk drug culture seperti Lucy in the sky with diamonds. Akhirnya lagu liris-filosofis, religius dan anti-religius seperti Strawberry Fields Forever, My Sweet Lord, Imagine dan petualangan mereka ke dunia timur dengan musik sitar dan Hare Krishna.
Bagi Fauzie dan Fauzan, terasa musiknya The Beatles itu bisa dibilang untouchable atau tak tersentuh. Sehingga semakin era kesini, musiknya makin tak terkejar oleh musisi pada masa itu. The Beatles sempat meditasi dan membawa alat musik India dan dipakai untuk album rekaman.
Paul McCartney masih ada sampai sekarang, bayangkan saja pada waktu Paul Mc Cartney manggung, sampai anak kecil hafal dan Presiden Rusia langsung datang untuk nonton Paul Mc Cartney. Itu tahun 2003-2004.
Fauzie dan Fauzan sudah tampil di TV sejak berumur 15 tahun. Sekarang sedang menyiapkan album. Isinya country, kita mencoba membuat lagu ciptaan sendiri tapi dengan gaya country yang sedikit ngepop dan sedikit nge-rock.
Laporan oleh: Rizka Nurlita Andi Source : perspektif.net
|