|
Sunday, 13 August 2006 |
Paul McCartney telah memecat tujuh orang staffnya di New York, banyak orang memperkirakan hal itu dilakukannya untuk benar-benar memutuskan hubungannya dengan Heather Mills.
Kepada koran New York Post, pentolan The Beatles ini berkata bahwa dia telah memutuskan untuk memecat staffnya dari MPL Communications, sebuah perusahaan music publishing house miliknya.
Dalam wawancara tersebut Paul menolak untuk mengemukakan alasan pemecatan ketujuh staffnya tersebut .Tetapi rumor yang berkembang Paul melakukan itu semua dikarenakan semakin memburuknya hubungannya dengan Heather Mills, yang dicurigai masih memiliki kaki tangan di perusahaannya tersebut.
Dalam minggu ini, Paul seharusnya mengadakan sebuah performance untuk acara amal "anti-landmine" tetapi dia akhirnya mengundurkan diri dari pertunjukan tersebut disebabkan oleh campur tangan Heather Mills dalam even tersebut. Musisi ini seharusnya tampil dalam sebuah gala dinner yang juga diperuntukan sebagai acara amal untuk menentang penggunaan ranjau darat tetapi dia lebih memutuskan untuk membatalkannya dengan alasan bermasalah dengan pihak penyelenggara.
Dalam sebuah statementnya, Paul menjawab "Acara amal ini adalah salah satu acara yang paling aku nantikan, tetapi mengingat keadan yang terjadi sekarang, aku lebih memilih untuk tidak menghadirinya".Tahun lalu, Paul telah membantu untuk mengumpulkan dana sebesar 1,7 Juta Pounds untuk Kampanye anti ranjau darat ini. Kampanye ini bekerjasama dengan PBB untuk memusnahkan ranjau-ranjau bekas perang di berbagai belahan dunia dan kampanye ini juga menuntut dihentikannya penggunaan ranjau darat dalam perang.
Source : Bang Media |
|
|
Saturday, 12 August 2006 |
Dicari "The biggest Lennon fans" di Liverpool untuk direkrut menjadi "lennon" pada pentas seni yang akan di selenggarakan di beberapa negara di dunia atau bisa dibilang tour keliling dunia. Candice Breitz akan memfilmkan rekaman video yang "serius" dari fans John Lennon tersebut bulan depan.
Dalam rekaman itu mereka diharapkan bisa menyanyikan lagu-lagu di album The Plastic Ono Band atau bisa dibilang rekaman Lennon pada tahun 1970. Dalam album itu diantaranya Mother, Working Class Hero, Love dan Power to the People. Ms Breitz bisa saja merekrut seorang penyanyi(vokalis) tetapi dia lebih memilih untuk diperankan oleh fans yang berasal dari kota kelahiran Lennon.
Ms Breitz berkata "Aku mencari fans yang berumur 30 tahun atau lebih, yang tidak malu berada di depan kamera, dan dapat memainkan lagu-lagu tribute to John Lennon". Pekerjaan Ms Breitz berfokus pada rock idol dimana dia memproduksi rekaman baru dari album yang menjadi icon dari artis tersebut dengan menggunakan suara dari para fansnya. Proyeknya sebelumnya adalah Michael Jackson, Madonna dan Bob Marley Legend album yang dinyanyikan lebih dari 30 orang di Jamaica. Brietz ingin memberikan kepada komunitas dan fans dari artis tersebut pengalaman ikut serta dalam rekaman album idola mereka.
20 orang fans John Lennon yang lulus seleksi akan mengisi setiap rekaman dari keseluruhan album. Proyek The Plastic Ono Band ini juga sudah disetujui oleh Yoko Ono. Proyek ini akan dikoordinasikan dengan sebuah badan seni, the Baltic arts centre di Gateshead tetapi sebenarnya Breitz ingin show ini digelar di Liverpool. Walaupun begitu tetap saja proyek ini dikerjakan di Baltic yang akan dimulai pada tanggal 10 Oktober sampai bulan Januari tahun depan dan setelah itu di lanjutkan dengan acara tour keliling dunia.
Source : icliverpool.com |
|
|
Friday, 11 August 2006 |
Beatlemania tidak dapat dihentikan! mungkin kata-kata itu yang tepat untuk menggambarkan tingkah laku para Beatle fans sekarang ini. Mulai dari Cirque du Soleil Beatles show, LOVE, di Las Vegas lalu kamar hotel yang di desain ulang selayaknya Fab Four tinggal disitu 40 tahun yang lalu di Tokyo. Dan sekarang kita akan melihat seseorang yang bekerja keras untuk membangun sebuah hotel yang bertemakan The Beatles di kota kelahiran mereka, Liverpool.
The Hard Day's Night Hotel merupakan proyek dari developer Bowdena dan dikepalaivoleh Jonathan Davies. Hotel ini didanai oleh pemerintah dengan dana sebesar $31 Juta USD dan diharapkan selesai pada musim gugur tahun 2007. Tetapi jangan berpikir bahwa hotel ini akan penuh dengan memoribilia The Beatles.
Dave memiliki konsep tentang penggabungan tema dari hotel ini. Dave berkata "Kamar ini sangat cocok untuk Beatles Fans, tetapi tidak semua orang yang akan tinggal di hotel kami adalah Beatle fans, jadi kami tidak akan mencekoki mereka dengan melihat terlalu banyak The Beatles memoribilia. Tapi saya tidak akan mengecewakan para Beatles Fans,kami memiliki 110 kamar dimana di setiap kamar akan ditempel 110 foto the beatles. Aku yakin mereka akan betah tinggal di hotel ini."
Logo dari hotel ini adalah "sebuah fretboard gitar dengan lingkaran yang menunjukan Chord yang dimainkan pada awal Hard Days Night". Fasilitas dan servis di hotel ini bisa dibilang "first class" dengan lokasi yang hanya beberaqpa yard dari tempat "kelahiran" The Beatles.
Source : hotelchatter.com |
|
|
Kode Rahasia di Soundtrack "Love" |
|
|
|
|
Thursday, 10 August 2006 |
George Martin, produser dari album-album klasik The Beatles berjanji akan memberikan hadiah bagi siapa saja yang berhasil memecahkan kode rahasia yang terdapat dalam album terbaru soundtrack "Love". "Love" adalah sebuah pegelaran sirkus yang bertemakan lagu-lagu The Beatles. Pagelaran sirkus ini dimainkan di Mirage Hotel di Las Vegas.
Martin dan putranya, Giles, menggunakan bermacam-macam potongan lagu The Beatles ke dalam soundtrack tersebut tetapi tentu saja soundtrack tersebut akan selaras dengan jiwa dari pagelaran sirkus tersebut. Dikutip dari majalah Britain's The Express, Martin mengakui bahwa dia dan putranya telah memasukan potongan 130 lagu The Beatles ke dalam soundtrack dengan durasi 90 menit.
Perusahaan rekaman The Beatles, Apple Corp tidak mengumumkan kapan Soundtrack yang bertajuk The Beatles "Love" tersebut akan dirilis. Dan masalah pemecahan kode, berapa besarkah hadiah yang diterima oleh "cracker" dan ternyata tidak ada seorang pun di Apple Corp yang berani menjawab.(hln)
Source : The Express |
|
|
Wednesday, 09 August 2006 |
Official chart records telah mengubah posisi chart dari album pertama mantan anggota The Beatles, George Harisson, dengan judul album "All Things Must Pass" menjadi urutan pertama.
Para pekerja pos di Inggris yang terlibat dalam pemogokan pada tahun 1971 merupakan biang keladi dari kekeliruan posisi chart tersebut. Hali ini menyebabkan album yang dirilis dengan paket triple album ini gagal menduduki posisi pertama. Akibatnya album ini hanya dapat menduduki peringkat ke-empat sehingga menyebabkan George Harrison tidak pernah merasakan duduk di peringkat pertama untuk album Solo UK sepanjang hidupnya. George meninggal pada tahun 2001 dikarenakan penyakit kangker yang dideritanya.
Selama delapan minggu mulai dari tanggal 6 Februari sampai 27 Maret 1971, Simon and Garfunkel berada pada posisi puncak dengan albumnya "Bridge Over Troubled Water". Darren Haynes dari The Official UK Charts Company berkata "Di Jaman sekarang ini semua sistem penilaian menggunakan barcode dan sistem komputer, tetapi tidak begitu di tahun 1971, semua toko kaset harus mengisi sebuah diary tentang segala penjualan mereka kemudian mengirimkannya ke kami melalui jasa pos. "selama beberapa minggu di tahun 1971, pemogokan tersebut sempat membuat berhentinya sistem chart resmi yang ada di inggris.
Para sejarawanpun menyimpulkan bahwa dampak dari minggu yang hilang itu membuat album dari Simon and Garfunkel yang menduduki chart selama 8 minggu harus mundur dari posisi puncak kemudian diganti dengan "all Things Must Pass" dari George Harrison. Hal ini menyebabkan Album George duduk di Urutan pertama selama 8 minggu.
Janda dari George Harrison, Olivia Harrison berkata "Dia sangat senang jika akhirnya dia dapat mencapai urutas puncak di negara dimana dia dilahirkan." Perubahan ini juga merubah data resmi dari Guinness Book of British Hit Singles and Albums.
Source : icliverpool.com |
|
|
Tuesday, 08 August 2006 |
Masih ingatkah anda dengan Billboard yang di pasang oleh John Lennon sebagai media kampanye anti perangnya. Bilboard itu dipasang pada tahun 1969 sebagai ucapan selamat hari natal dari pasangan John Lennon dan Yoko Ono.
Dan tahun ini Yoko berencana akan kembali memasang billboard tersebut pada bulan Desember. Bukan hanya itu saja Billboard ini tidak hanya dipasang di kota New York saja tetapi di kota-kota besar diseluruh dunia. Yoko menginkan kampanye anti perang secara global.
Jika Lennon pada tahun 1969 menyerang Nixon dengan mengatakan bahwa perang vietnam hanyalah taktik pemerintahan Nixon, maka pada tahu ini, Yoko Ono menentang kebijakan-kebijakan militer yang diambil oleh pemerintahan George Bush, Presiden Amerika Serikat.
Langkah John Lennon bisa dibilang terlalu berani, hal tersebut membuatnya dibenci oleh pemerintahan Nixon. Mulai dari rencana untuk mendepak John dari Amerika hingga (seperti yang banyak diperkirakan orang) pembunuhan terhadap John Lennon. Hal tersebut bisa kita lihat pada film dokumenter John Lennon yang terbaru "The U.S vs John Lennon" tentang semua konspirasi pemerintahan Nixon.(hln)
"War is over, if you want it" John lennon dan Yoko Ono
source : www.undercover.com.au |
|
|
|
<< Start < Prev 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Next > End >>
|
| Results 81 - 90 of 108 |